PUSTAKA JUANG

@pustakajuang

  • 984 Posts
  • 3 161 Followers
Karena membaca adalah bekerja untuk keajaiban 🍃 Katalog buku ready ⏩ @katalog_pustakajuang 📞 082143699486 🏡 Pecel Lele Lamongan
Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar!

Penulis: Kalis Mardiasih
Penerbit: Mojok
Harga: Rp68.000,-

Setiap kali mendengar suara azan yang dilantunkan oleh suara sepuh terbata-bata, melihat bangunan madrasah Islam tradisional dengan keriaan anak-anak, atau sesederhana melihat papan nama masjid di perkampungan, saya sering merasa bahwa Islam telah cukup. —Islam yang Cukup

Kalis Mardiasih merisaukan fenomena beragama yang di tangan sebagian kalangan begitu eksklusif dan menyeramkan. Baginya, beragama seharusnya menyenangkan, dipenuhi kebaikan. Tidak sesak oleh amarah atau hasrat penaklukan.

Kebaikan-kebaikan itu ia temukan dalam praktik keberagamaan yang sederhana. Ia berbicara dengan orang-orang bersahaja, menyaksikan cara mereka mengamalkan kesalehan, dan menemukan Islam yang teduh di sana. Dalam dirinya, Islam tumbuh bersama dengan kegembiraan.

 #kalismardiasih  #hijrahjanganjauhjauhnantinyasar  #mojok  #mojokstore  #bukumojok  #nu  #muhammadiyah  #fpi  #hti  #islam  #hijrah

Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar! Penulis: Kalis Mardiasih Penerbit: Mojok Harga: Rp68.000,- Setiap kali mendengar suara azan yang dilantunkan oleh suara sepuh terbata-bata, melihat bangunan madrasah Islam tradisional dengan keriaan anak-anak, atau sesederhana melihat papan nama masjid di perkampungan, saya sering merasa bahwa Islam telah cukup. —Islam yang Cukup Kalis Mardiasih merisaukan fenomena beragama yang di tangan sebagian kalangan begitu eksklusif dan menyeramkan. Baginya, beragama seharusnya menyenangkan, dipenuhi kebaikan. Tidak sesak oleh amarah atau hasrat penaklukan. Kebaikan-kebaikan itu ia temukan dalam praktik keberagamaan yang sederhana. Ia berbicara dengan orang-orang bersahaja, menyaksikan cara mereka mengamalkan kesalehan, dan menemukan Islam yang teduh di sana. Dalam dirinya, Islam tumbuh bersama dengan kegembiraan. #kalismardiasih #hijrahjanganjauhjauhnantinyasar #mojok #mojokstore #bukumojok #nu #muhammadiyah #FPI #hti #islam #hijrah

6
0
30 days ago
Pendidikan Jasmani dan Kesunyian

Dimensi: 12 × 18 cm
Tebal: viii + 63 halaman
ISBN: 978-623-7284-45-1
Penerbit: Buku Mojok
Penulis: Beni Satryo
Tahun Terbit: 2020
Harga: Rp45.000,-

Puisi-puisi Beni Satryo, buat saya, telah mampu menghadirkan kecemasan atas kenyataan—juga atas kesunyian itu sendiri. Ia menyusunnya dengan kata, benda, dan fenomena yang telah menjadi kebiasaan kita. Beni jelas telah mengusik pembaca dengan persepsi dan dunia yang ingin coba ia bangun. Di antara puluhan puisinya, Duri Dalam Daging secara khusus telah berhasil mengusik kejumudan saya atas pengalaman melahap pecel lele:

“Semerbak wangi terpal.

Aroma tubuh yang hancur.

Dikoyak badai pecel lele.

Temukan penunjuk arahmu.

Kesetiaan adalah daun kemangi

di dalam baskom pengkhianatan

yang penuh dengan keruh air kobokan.”

Sekali lagi, pengalaman apa yang sudah dilalui Beni untuk mampu memberikan persepsi serupa atas daun kemangi di dalam baskom?

 #pendidikanjasmanidankesunyian  #benisatryo

Pendidikan Jasmani dan Kesunyian Dimensi: 12 × 18 cm Tebal: viii + 63 halaman ISBN: 978-623-7284-45-1 Penerbit: Buku Mojok Penulis: Beni Satryo Tahun Terbit: 2020 Harga: Rp45.000,- Puisi-puisi Beni Satryo, buat saya, telah mampu menghadirkan kecemasan atas kenyataan—juga atas kesunyian itu sendiri. Ia menyusunnya dengan kata, benda, dan fenomena yang telah menjadi kebiasaan kita. Beni jelas telah mengusik pembaca dengan persepsi dan dunia yang ingin coba ia bangun. Di antara puluhan puisinya, Duri Dalam Daging secara khusus telah berhasil mengusik kejumudan saya atas pengalaman melahap pecel lele: “Semerbak wangi terpal. Aroma tubuh yang hancur. Dikoyak badai pecel lele. Temukan penunjuk arahmu. Kesetiaan adalah daun kemangi di dalam baskom pengkhianatan yang penuh dengan keruh air kobokan.” Sekali lagi, pengalaman apa yang sudah dilalui Beni untuk mampu memberikan persepsi serupa atas daun kemangi di dalam baskom? #PendidikanJasmanidanKesunyian #benisatryo

6
0
30 days ago
Waktu untuk Tidak Menikah

Dimensi: 13 × 19 cm
ISBN: 978-602-1318-76-8
Tebal: 178 halaman
Penulis: Amanatia Junda
Penerbit: Buku Mojok
Tahun Terbit: 2018
Harga: Rp58.000,-

Kumpulan cerpen Waktu untuk Tidak Menikah karya Amanatia Junda ini terdiri dari 14 cerpen dengan tokoh utama perempuan dari berbagai latar belakang dan usia. Ditulis dalam rentang waktu 2012-2017 dan disusun secara acak dalam daftar isi.

Beberapa cerpen telah dimuat di beberapa media baik media online maupun media cetak. Benang merah dalam cerpen selain bercerita tentang perempuan, lebih banyak mengajak pembaca menyelami isi kepala tokoh-tokoh yang terkadang random dan melantur dengan ingatan mereka mengenai perkara-perkara personal di masa lalu yang belum terselesaikan dengan baik, atau sesuatu yang tak pernah mereka ungkap di permukaan sebelumnya.

Isu-isu yang menjadi konteks sosial beberapa cerita di sini juga beragam, seperti perkosaan, kebakaran hutan, korupsi, perempuan tua jalanan, relasi sepasang kekasih, sepasang kakek nenek, sepasang teman perempuan, sepasang ibu anak, dll.

 #waktuuntuktidakmenikah  #amanatiajunda

Waktu untuk Tidak Menikah Dimensi: 13 × 19 cm ISBN: 978-602-1318-76-8 Tebal: 178 halaman Penulis: Amanatia Junda Penerbit: Buku Mojok Tahun Terbit: 2018 Harga: Rp58.000,- Kumpulan cerpen Waktu untuk Tidak Menikah karya Amanatia Junda ini terdiri dari 14 cerpen dengan tokoh utama perempuan dari berbagai latar belakang dan usia. Ditulis dalam rentang waktu 2012-2017 dan disusun secara acak dalam daftar isi. Beberapa cerpen telah dimuat di beberapa media baik media online maupun media cetak. Benang merah dalam cerpen selain bercerita tentang perempuan, lebih banyak mengajak pembaca menyelami isi kepala tokoh-tokoh yang terkadang random dan melantur dengan ingatan mereka mengenai perkara-perkara personal di masa lalu yang belum terselesaikan dengan baik, atau sesuatu yang tak pernah mereka ungkap di permukaan sebelumnya. Isu-isu yang menjadi konteks sosial beberapa cerita di sini juga beragam, seperti perkosaan, kebakaran hutan, korupsi, perempuan tua jalanan, relasi sepasang kekasih, sepasang kakek nenek, sepasang teman perempuan, sepasang ibu anak, dll. #waktuuntuktidakmenikah #amanatiajunda

7
0
30 days ago
Bakat Menggonggong

Dimensi: 13 × 19 cm
ISBN: 978-602-1318-38-6
Tebal: 113 halaman
Penerbit: Buku Mojok
Penulis: Dea Anugrah
Tahun Terbit: 2017
Harga: Rp48.000,-

Dalam kumpulan cerita pendek pertamanya ini, Dea Anugrah mempekerjakan seorang juru kisah yang cerewet, sok tahu, sinis, dan kadang tak patut dipercaya. Sang narator membingkai pelbagai momen dalam hidup, mulai dari masalah rumah tangga hingga situasi hidup-mati dalam perang, dan mengizinkan pembaca ikut menyaksikannya. Ada kesan bahwa ia menggunakan bermacam-macam teknik penceritaan hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri. Ia tidak berusaha kelewat keras buat menjerat pembaca, namun karena itu suaranya justru jadi memikat.

 #deaanugrah  #bakatmenggonggong

Bakat Menggonggong Dimensi: 13 × 19 cm ISBN: 978-602-1318-38-6 Tebal: 113 halaman Penerbit: Buku Mojok Penulis: Dea Anugrah Tahun Terbit: 2017 Harga: Rp48.000,- Dalam kumpulan cerita pendek pertamanya ini, Dea Anugrah mempekerjakan seorang juru kisah yang cerewet, sok tahu, sinis, dan kadang tak patut dipercaya. Sang narator membingkai pelbagai momen dalam hidup, mulai dari masalah rumah tangga hingga situasi hidup-mati dalam perang, dan mengizinkan pembaca ikut menyaksikannya. Ada kesan bahwa ia menggunakan bermacam-macam teknik penceritaan hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri. Ia tidak berusaha kelewat keras buat menjerat pembaca, namun karena itu suaranya justru jadi memikat. #deaanugrah #bakatmenggonggong

5
0
30 days ago
Khotbah dari Bawah Mimbar

Dimensi: 13 × 19 cm
Tebal: vii + 234 halaman
ISBN: 978-623-7284-54-3
Penerbit: Buku Mojok
Penulis: Ahmad Khadafi
Tahun Terbit: 2021
Harga: Rp78.000,-

“Kenapa babi haram, Gus?”

Di tengah-tengah main catur, Mas Is bertanya mendadak.

“Kan ada perintah-Nya,” jawab Gus Mut sekenanya karena masih mikir akan menjalankan bidak catur.

“Bukan, bukan itu maksud saya. Dulu, babi dianggap haram karena ada cacing pitanya, kolesterolnya tinggi. Tapi, kan, dengan teknologi terkini, hal-hal berbahaya dari babi itu bisa dihilangkan. Jadi, nggak ada alasan lagi, dong, dasar babi jadi haram?”

Gus Mut memperhatikan pertanyaan Mas Is secara serius, lalu tersenyum menyadari betapa menariknya pertanyaan ini.

“Kalau kamu tahu, Is,” jawab Gus Mut, “beberapa agama samawi yang lahir dari tempat gersang kayak gitu, juga mengharamkan babi.”

***

Sebagai kiai kampung, Gus Mut dan bapaknya, Kiai Kholil, berdakwah lewat obrolan Islam sehari-hari yang layak direnungkan. Bersama Fanshuri, Mas Is, dan warga lainnya, memahami Islam jadi jauh lebih sederhana dan terasa dekat.

 #khotbahdaribawahmimbar  #ahmadkhadafi

Khotbah dari Bawah Mimbar Dimensi: 13 × 19 cm Tebal: vii + 234 halaman ISBN: 978-623-7284-54-3 Penerbit: Buku Mojok Penulis: Ahmad Khadafi Tahun Terbit: 2021 Harga: Rp78.000,- “Kenapa babi haram, Gus?” Di tengah-tengah main catur, Mas Is bertanya mendadak. “Kan ada perintah-Nya,” jawab Gus Mut sekenanya karena masih mikir akan menjalankan bidak catur. “Bukan, bukan itu maksud saya. Dulu, babi dianggap haram karena ada cacing pitanya, kolesterolnya tinggi. Tapi, kan, dengan teknologi terkini, hal-hal berbahaya dari babi itu bisa dihilangkan. Jadi, nggak ada alasan lagi, dong, dasar babi jadi haram?” Gus Mut memperhatikan pertanyaan Mas Is secara serius, lalu tersenyum menyadari betapa menariknya pertanyaan ini. “Kalau kamu tahu, Is,” jawab Gus Mut, “beberapa agama samawi yang lahir dari tempat gersang kayak gitu, juga mengharamkan babi.” *** Sebagai kiai kampung, Gus Mut dan bapaknya, Kiai Kholil, berdakwah lewat obrolan Islam sehari-hari yang layak direnungkan. Bersama Fanshuri, Mas Is, dan warga lainnya, memahami Islam jadi jauh lebih sederhana dan terasa dekat. #KhotbahDariBawahMimbar #ahmadKhadafi

6
0
30 days ago
Melihat Desa dari Dekat

Dimensi: 13 × 19 cm
Tebal: vi + 162 halaman
ISBN:978-602-51695-4-0
Penerbit: EA Books
Penulis: Nurhady Sirimorok
Tahun Terbit: 2020
Harga: Rp68.000,-

Fenomena perginya anak muda dari desa dan pertanian dapat kita lihat di mana-mana, bahkan dalam skala seluruh dunia. Remaja muda desa kian menganggap hidup di desa dan bekerja sebagai petani adalah hidup yang tidak menjanjikan. Desa berubah menjadi tempat bertumbuh sebagai anak-anak untuk kemudian ditinggalkan ketika beranjak remaja atau menjelang dewasa. Mereka tidak keliru. Serangan terhadap (ekonomi dan budaya) desa dan pertanian skala kecil berlangsung sudah lama di Indonesia–dan masih berlanjut. Serangan itu seperti bekerja untuk menjauhkan orang muda dari kampung mereka.

 #melihatdesadaridekat  #nurhadysirimorok

Melihat Desa dari Dekat Dimensi: 13 × 19 cm Tebal: vi + 162 halaman ISBN:978-602-51695-4-0 Penerbit: EA Books Penulis: Nurhady Sirimorok Tahun Terbit: 2020 Harga: Rp68.000,- Fenomena perginya anak muda dari desa dan pertanian dapat kita lihat di mana-mana, bahkan dalam skala seluruh dunia. Remaja muda desa kian menganggap hidup di desa dan bekerja sebagai petani adalah hidup yang tidak menjanjikan. Desa berubah menjadi tempat bertumbuh sebagai anak-anak untuk kemudian ditinggalkan ketika beranjak remaja atau menjelang dewasa. Mereka tidak keliru. Serangan terhadap (ekonomi dan budaya) desa dan pertanian skala kecil berlangsung sudah lama di Indonesia–dan masih berlanjut. Serangan itu seperti bekerja untuk menjauhkan orang muda dari kampung mereka. #melihatdesadaridekat #nurhadysirimorok

5
0
30 days ago
RUMAH KERTAS

Penulis: Carlos Maria Dominguez
Penerbit: Marjin Kiri
ISBN: 978-979-1260-62-6
Tebal: vi + 76 hlm, 12 x 19 x 1 cm
Harga: Rp40.000,-

Seorang profesor sastra di Universitas Cambridge, Inggris, tewas ditabrak mobil saat sedang membaca buku. Rekannya mendapati sebuah buku aneh dikirim ke alamatnya tanpa sempat ia terima: sebuah terjemahan berbahasa Spanyol dari karya Joseph Conrad yang dipenuhi serpihan-serpihan semen kering dan dikirim dengan cap pos Uruguay. Penyelidikan tentang asal usul buku aneh itu membawanya (dan membawa pembaca) memasuki semesta para pecinta buku, dengan berbagai ragam keunikan dan kegilaannya!

“Kisah tak terlupakan tentang dunia sastra, perpustakaan, dan kecintaan akan buku. Sebuah novel untuk dibaca ulang berkali-kali.” — Critiques Libres 

“Buku tipis yang bisa menghantui pembaca jauh sesudah ditutup.” — New York Times

RUMAH KERTAS Penulis: Carlos Maria Dominguez Penerbit: Marjin Kiri ISBN: 978-979-1260-62-6 Tebal: vi + 76 hlm, 12 x 19 x 1 cm Harga: Rp40.000,- Seorang profesor sastra di Universitas Cambridge, Inggris, tewas ditabrak mobil saat sedang membaca buku. Rekannya mendapati sebuah buku aneh dikirim ke alamatnya tanpa sempat ia terima: sebuah terjemahan berbahasa Spanyol dari karya Joseph Conrad yang dipenuhi serpihan-serpihan semen kering dan dikirim dengan cap pos Uruguay. Penyelidikan tentang asal usul buku aneh itu membawanya (dan membawa pembaca) memasuki semesta para pecinta buku, dengan berbagai ragam keunikan dan kegilaannya! “Kisah tak terlupakan tentang dunia sastra, perpustakaan, dan kecintaan akan buku. Sebuah novel untuk dibaca ulang berkali-kali.” — Critiques Libres  “Buku tipis yang bisa menghantui pembaca jauh sesudah ditutup.” — New York Times

7
0
a month ago
DARI DALAM KUBUR

Penulis: Soe Tjen Marching
Penerbit: Marjin Kiri
Tebal: vi + 509 hlm, 14 x 20,3 cm
ISBN: 978-602-0788-03-6
Harga: Rp138.000,-

Sejak kecil, Karla merasa diperlakukan tidak adil oleh ibunya yang ia anggap misterius. Namun tak ada seorang pun dalam keluarga yang membelanya. Inilah yang membuat Karla tak mempunyai pilihan selain menjauh dari keluarganya. Berpuluh tahun sesudahnya, barulah satu demi satu rahasia itu mulai terkuak baginya—bukan hanya rahasia yang menggelayuti keluarganya, tetapi juga banyak manusia lainnya.

“Soe Tjen menceritakan kisah keluarga, terutama hubungan anak perempuan dan ibunya yang misterius, sekaligus membuka kisah yang lebih luas. Kita bisa melacak jejak tragedi negeri ini melalui kisah mereka yang tersembunyi, menguak kompleksitas dan kepahitan rasialisme, agama, bahkan kasta dalam masyarakat. Namun tak seperti novel-novel politik yang sibuk berteriak-teriak, ia tetap kisah manusia-manusia yang dipertalikan satu sama lain oleh kemanusiaan mereka—yang baik maupun biadab. Terakhir, saya menemukan sesuatu yang tak mungkin bisa dilakukan para penulis lelaki: kisah tentang rahim. Saya merasa dibawa untuk melihat, atau merasakan, sesuatu yang sangat perempuan.” — Eka Kurniawan, novelis, penulis Cantik Itu Luka

“Novel Soe Tjen Marching merupakan salah satu narasi penting tentang bagaimana perempuan, begitu juga gerakannya, dihancurkan dengan keji oleh militerisme di Indonesia. Berlatar sejarah, dengan detail yang belum pernah diungkap selama ini.” — Martin Aleida, sastrawan, penulis Tanah Air yang Hilang

“Novel ini adalah catatan tentang penindasan dan ketidakadilan yang tak terelakkan akibat identitas rasial, pilihan akan Tuhan, dan kepentingan politik. Pada akhirnya, kisah dalam novel ini kembali mengingatkan bahwa cara terbaik menghadapi segala luka dan trauma adalah mengingat dan mengisahkannya kembali dengan sepenuh kesadaran.” — Okky Madasari, novelis, penulis Entrok

DARI DALAM KUBUR Penulis: Soe Tjen Marching Penerbit: Marjin Kiri Tebal: vi + 509 hlm, 14 x 20,3 cm ISBN: 978-602-0788-03-6 Harga: Rp138.000,- Sejak kecil, Karla merasa diperlakukan tidak adil oleh ibunya yang ia anggap misterius. Namun tak ada seorang pun dalam keluarga yang membelanya. Inilah yang membuat Karla tak mempunyai pilihan selain menjauh dari keluarganya. Berpuluh tahun sesudahnya, barulah satu demi satu rahasia itu mulai terkuak baginya—bukan hanya rahasia yang menggelayuti keluarganya, tetapi juga banyak manusia lainnya. “Soe Tjen menceritakan kisah keluarga, terutama hubungan anak perempuan dan ibunya yang misterius, sekaligus membuka kisah yang lebih luas. Kita bisa melacak jejak tragedi negeri ini melalui kisah mereka yang tersembunyi, menguak kompleksitas dan kepahitan rasialisme, agama, bahkan kasta dalam masyarakat. Namun tak seperti novel-novel politik yang sibuk berteriak-teriak, ia tetap kisah manusia-manusia yang dipertalikan satu sama lain oleh kemanusiaan mereka—yang baik maupun biadab. Terakhir, saya menemukan sesuatu yang tak mungkin bisa dilakukan para penulis lelaki: kisah tentang rahim. Saya merasa dibawa untuk melihat, atau merasakan, sesuatu yang sangat perempuan.” — Eka Kurniawan, novelis, penulis Cantik Itu Luka “Novel Soe Tjen Marching merupakan salah satu narasi penting tentang bagaimana perempuan, begitu juga gerakannya, dihancurkan dengan keji oleh militerisme di Indonesia. Berlatar sejarah, dengan detail yang belum pernah diungkap selama ini.” — Martin Aleida, sastrawan, penulis Tanah Air yang Hilang “Novel ini adalah catatan tentang penindasan dan ketidakadilan yang tak terelakkan akibat identitas rasial, pilihan akan Tuhan, dan kepentingan politik. Pada akhirnya, kisah dalam novel ini kembali mengingatkan bahwa cara terbaik menghadapi segala luka dan trauma adalah mengingat dan mengisahkannya kembali dengan sepenuh kesadaran.” — Okky Madasari, novelis, penulis Entrok

4
0
a month ago
SIAPA YANG MEMASAK MAKAN MALAM ADAM SMITH? KISAH TENTANG PEREMPUAN DAN ILMU EKONOMI

Penulis: Katrine Marçal
Penerjemah: Ninus D.
Penerbit: Marjin Kiri
Tebal: 14 x 20,3 cm; viii + 226 hlm
ISBN: 978-979-1260-99-2
Harga: Rp75.000,-

Pada 1776, Adam Smith menuliskan kutipan terkenal: “Bukan karena kebaikan hati tukang daging, tukang minuman, atau tukang roti kita bisa mendapatkan makan malam kita, melainkan karena mereka memikirkan kepentingan-diri mereka sendiri-sendiri.” Bagi Smith, kepentingan-dirilah yang menggerakkan tindakan manusia, dan keyakinan tentang homo economicus ini (manusia sebagai makhluk yang memaksimalkan pemenuhan kepentingan-dirinya) akan melandasi seluruh bangunan ilmu ekonomi liberal sesudahnya. Namun benarkah?

Bagi Katrine Marçal, sungguh ironis bahwa pernyataan tersebut keluar dari Adam Smith yang hampir sepanjang hayat hidup bersama ibunya, dirawat dan disiapkan makan oleh kebaikan hati ibunya. Buku Marçal ini adalah serangan feminis yang tajam, cerdas, dan kocak terhadap konsepsi manusia ekonomi dan ideologi ekonomi dominan yang telah membawa dunia dari satu krisis ke krisis berikutnya.

Nominasi Augustpriset 2012 / Nominasi Bread and Roses Award for Radical Publishing 2016

SIAPA YANG MEMASAK MAKAN MALAM ADAM SMITH? KISAH TENTANG PEREMPUAN DAN ILMU EKONOMI Penulis: Katrine Marçal Penerjemah: Ninus D. Penerbit: Marjin Kiri Tebal: 14 x 20,3 cm; viii + 226 hlm ISBN: 978-979-1260-99-2 Harga: Rp75.000,- Pada 1776, Adam Smith menuliskan kutipan terkenal: “Bukan karena kebaikan hati tukang daging, tukang minuman, atau tukang roti kita bisa mendapatkan makan malam kita, melainkan karena mereka memikirkan kepentingan-diri mereka sendiri-sendiri.” Bagi Smith, kepentingan-dirilah yang menggerakkan tindakan manusia, dan keyakinan tentang homo economicus ini (manusia sebagai makhluk yang memaksimalkan pemenuhan kepentingan-dirinya) akan melandasi seluruh bangunan ilmu ekonomi liberal sesudahnya. Namun benarkah? Bagi Katrine Marçal, sungguh ironis bahwa pernyataan tersebut keluar dari Adam Smith yang hampir sepanjang hayat hidup bersama ibunya, dirawat dan disiapkan makan oleh kebaikan hati ibunya. Buku Marçal ini adalah serangan feminis yang tajam, cerdas, dan kocak terhadap konsepsi manusia ekonomi dan ideologi ekonomi dominan yang telah membawa dunia dari satu krisis ke krisis berikutnya. Nominasi Augustpriset 2012 / Nominasi Bread and Roses Award for Radical Publishing 2016

10
0
a month ago
KIRI ASIA TENGGARA: PEMBACAAN ULANG ATAS BEBERAPA TOKOH DAN KARYA

Editor: Jafar Suryomenggolo
Penulis: Ramon Guillermo, Loh Kah Seng, Teo Lee Ken, Yerry Wirawan, Piyada Chonlaworn
Tebal: vi + 184 hlm, 14 x 20,3 cm
ISBN: 978-602-0788-17-3
Kategori: Kajian Budaya, Sejarah, Sosial-Politik
Harga: Rp70.000,-

Asia Tenggara memiliki sejarah gerakan kiri yang panjang dan kaya. Gerakan kiri dan para aktivisnya ini berjuang melawan kolonialisme, berkontribusi bagi kemerdekaan dan pembangunan negeri, dan meng­hadirkan perubahan dalam konfigurasi politik di kawa­san. Walau kontribusi sosial-politik para aktivis kiri ini telah banyak diteliti, tetapi karya-karya tulis mereka belum banyak dikaji. Buku ini mengulas sejumlah karya dari sosok-sosok yang pernah aktif dalam gerakan kiri di Asia Tenggara sebagai cara untuk memikirkan kembali kemajuan politik dan identitas nasional di luar sejarah resmi negara-negara.

Ramon Guillermo membahas Jose Maria Sison, Marxis radikal Filipina yang menggemari dan menerjemahkan puisi-puisi Chairil Anwar.

Loh Kah Seng membahas aktivisme mahasiswa Politeknik Singapura.

Teo Lee Ken membahas karya-karya Ahmad Boestamam, yang disebutnya sebagai “Mikhail Bakunin-nya Malaysia”.

Yerry Wirawan membahas Siti Rukiah, dan bagaimana karya-karyanya menunjukkan dampak revolusi bagi perempuan Indonesia.

Piyada Chonlaworn membahas Jit Phumisak, aktivis dan intelektual yang citranya kini direkonstruksi secara berbeda-beda oleh berbagai faksi politik di Thailand.

KIRI ASIA TENGGARA: PEMBACAAN ULANG ATAS BEBERAPA TOKOH DAN KARYA Editor: Jafar Suryomenggolo Penulis: Ramon Guillermo, Loh Kah Seng, Teo Lee Ken, Yerry Wirawan, Piyada Chonlaworn Tebal: vi + 184 hlm, 14 x 20,3 cm ISBN: 978-602-0788-17-3 Kategori: Kajian Budaya, Sejarah, Sosial-Politik Harga: Rp70.000,- Asia Tenggara memiliki sejarah gerakan kiri yang panjang dan kaya. Gerakan kiri dan para aktivisnya ini berjuang melawan kolonialisme, berkontribusi bagi kemerdekaan dan pembangunan negeri, dan meng­hadirkan perubahan dalam konfigurasi politik di kawa­san. Walau kontribusi sosial-politik para aktivis kiri ini telah banyak diteliti, tetapi karya-karya tulis mereka belum banyak dikaji. Buku ini mengulas sejumlah karya dari sosok-sosok yang pernah aktif dalam gerakan kiri di Asia Tenggara sebagai cara untuk memikirkan kembali kemajuan politik dan identitas nasional di luar sejarah resmi negara-negara. Ramon Guillermo membahas Jose Maria Sison, Marxis radikal Filipina yang menggemari dan menerjemahkan puisi-puisi Chairil Anwar. Loh Kah Seng membahas aktivisme mahasiswa Politeknik Singapura. Teo Lee Ken membahas karya-karya Ahmad Boestamam, yang disebutnya sebagai “Mikhail Bakunin-nya Malaysia”. Yerry Wirawan membahas Siti Rukiah, dan bagaimana karya-karyanya menunjukkan dampak revolusi bagi perempuan Indonesia. Piyada Chonlaworn membahas Jit Phumisak, aktivis dan intelektual yang citranya kini direkonstruksi secara berbeda-beda oleh berbagai faksi politik di Thailand.

5
0
a month ago
BISNIS PERBUDAKAN SEKSUAL: MENELUSURI PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK INTERNASIONAL

Penulis: Lydia Cacho
Diterjemahkan dari bahasa Spanyol oleh: Fransiskus Pascaries
Tebal: x + 315 hlm; 14 x 20,3 cm.
ISBN: 978-602-0788-11-1
Harga: Rp94.000,-

Jurnalis investigasi Lydia Cacho menelusuri jalur perdagangan manusia global, bepergian dari Meksiko ke Turki, Thailand ke Israel, Jepang ke Spanyol, untuk menguak kaitan tersembunyi jaringan perdagangan manusia ini dengan bisnis wisata dan hiburan malam, pornografi, penyelundupan narkoba dan organ tubuh, pencucian uang, bahkan terorisme. Cacho juga menggugat keras bagaimana perdagangan bebas yang digencarkan oleh negara-negara maju justru memperkuat jaringan kriminal dan perekonomian bawah tanah ini.

“Cacho bukanlah seseorang yang bisa dibungkam.” — The Guardian

“Kuat, berani, dan penuh welas asih. Reportase kelas satu.” — Sunday Telegraph

BISNIS PERBUDAKAN SEKSUAL: MENELUSURI PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK INTERNASIONAL Penulis: Lydia Cacho Diterjemahkan dari bahasa Spanyol oleh: Fransiskus Pascaries Tebal: x + 315 hlm; 14 x 20,3 cm. ISBN: 978-602-0788-11-1 Harga: Rp94.000,- Jurnalis investigasi Lydia Cacho menelusuri jalur perdagangan manusia global, bepergian dari Meksiko ke Turki, Thailand ke Israel, Jepang ke Spanyol, untuk menguak kaitan tersembunyi jaringan perdagangan manusia ini dengan bisnis wisata dan hiburan malam, pornografi, penyelundupan narkoba dan organ tubuh, pencucian uang, bahkan terorisme. Cacho juga menggugat keras bagaimana perdagangan bebas yang digencarkan oleh negara-negara maju justru memperkuat jaringan kriminal dan perekonomian bawah tanah ini. “Cacho bukanlah seseorang yang bisa dibungkam.” — The Guardian “Kuat, berani, dan penuh welas asih. Reportase kelas satu.” — Sunday Telegraph

5
0
a month ago
TEMPAT TERBAIK DI DUNIA: PENGALAMAN SEORANG ANTROPOLOG TINGGAL DI KAWASAN KUMUH JAKARTA

Penulis: Roanne van Voorst
Diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Martha Dwi Susilowati
ISBN: 978-979-1260-79-4
Tebal: vi + 192 hlm; 14 x 20,3 cm
Harga: Rp69.000,-

"Mau ikut?” teriak seorang pemuda ke arah saya, di atas kebisingan deru mesin bus kota yang saya tumpangi. “Ke tempat terbaik di Indonesia. O tidak, ke tempat terbaik di dunia! Apa saja yang ingin kamu lakukan, bisa di sana, dan apa saja yang ingin kamu punya, ada di sana.”

Roanne van Voorst, seorang antropolog yang meneliti tentang respons manusia terhadap banjir, memutuskan mengikuti anak muda itu dan tiba di salah satu kampung kumuh termiskin di Jakarta. Dia menetap di sana lebih dari setahun, di sebuah rumah dari papan dan asbes. Semakin lama dia semakin mengenal tetangganya dan keadaan hidup mereka: kemelaratan luar biasa, ancaman penggusuran karena pemukiman itu ilegal, dan terutama pergulatan mereka dengan banjir dari sungai yang sangat tercemar. Dalam menghadapi masalah-masalah tersebut, penghuni  pemukiman kumuh ini menemukan cara-cara yang efisien, kerap inovatif dan kreatif, yang mereka ajarkan kepada “anak angkat” mereka yang baru. Dengan informatif, intim, dan penuh humor, Roanne van Voorst memberikan wawasan unik tentang kehidupan penghuni kampung kumuh yang keras, tetapi pantang menyerah.

Buku ini mematahkan prasangka negatif dari para pejabat dan kelas menengah atas Indonesia yang cenderung mencap penghuni kampung kumuh sebagai kriminal dan pemalas, sekaligus juga praduga positif dari sebagian aktivis dan peneliti yang kerap memandang persoalan riil kemiskinan secara romantik.

“Van Voorst memiliki keberanian untuk melangkah masuk ke dalam kehidupan keras orang-orang termiskin di Jakarta. Lewat pandangan matanya kita mengikuti pergulatan mereka untuk bertahan hidup. Sarat dengan derita tapi kadang juga meninggalkan tawa.” — Step Vaessen, koresponden Al Jazeera di Jakarta

TEMPAT TERBAIK DI DUNIA: PENGALAMAN SEORANG ANTROPOLOG TINGGAL DI KAWASAN KUMUH JAKARTA Penulis: Roanne van Voorst Diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Martha Dwi Susilowati ISBN: 978-979-1260-79-4 Tebal: vi + 192 hlm; 14 x 20,3 cm Harga: Rp69.000,- "Mau ikut?” teriak seorang pemuda ke arah saya, di atas kebisingan deru mesin bus kota yang saya tumpangi. “Ke tempat terbaik di Indonesia. O tidak, ke tempat terbaik di dunia! Apa saja yang ingin kamu lakukan, bisa di sana, dan apa saja yang ingin kamu punya, ada di sana.” Roanne van Voorst, seorang antropolog yang meneliti tentang respons manusia terhadap banjir, memutuskan mengikuti anak muda itu dan tiba di salah satu kampung kumuh termiskin di Jakarta. Dia menetap di sana lebih dari setahun, di sebuah rumah dari papan dan asbes. Semakin lama dia semakin mengenal tetangganya dan keadaan hidup mereka: kemelaratan luar biasa, ancaman penggusuran karena pemukiman itu ilegal, dan terutama pergulatan mereka dengan banjir dari sungai yang sangat tercemar. Dalam menghadapi masalah-masalah tersebut, penghuni pemukiman kumuh ini menemukan cara-cara yang efisien, kerap inovatif dan kreatif, yang mereka ajarkan kepada “anak angkat” mereka yang baru. Dengan informatif, intim, dan penuh humor, Roanne van Voorst memberikan wawasan unik tentang kehidupan penghuni kampung kumuh yang keras, tetapi pantang menyerah. Buku ini mematahkan prasangka negatif dari para pejabat dan kelas menengah atas Indonesia yang cenderung mencap penghuni kampung kumuh sebagai kriminal dan pemalas, sekaligus juga praduga positif dari sebagian aktivis dan peneliti yang kerap memandang persoalan riil kemiskinan secara romantik. “Van Voorst memiliki keberanian untuk melangkah masuk ke dalam kehidupan keras orang-orang termiskin di Jakarta. Lewat pandangan matanya kita mengikuti pergulatan mereka untuk bertahan hidup. Sarat dengan derita tapi kadang juga meninggalkan tawa.” — Step Vaessen, koresponden Al Jazeera di Jakarta

4
0
a month ago